============================================================================== ==============================================================================

Senin, 07 Maret 2011

WIRING (KABEL) PADA KENDARAAN

===================================================
Kabel merupakan  konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Terdapat beberapa tipe kabel, diataranya:
1) Kabel yang terbungkus isolator tipe pejal dan tipe serabut. Kabel tipe serabut yang paling banyak digunakan pada kelistrikan otomotif.
2) Kabel tanpa isolator, kabel jenis ini digunakan sebagai kabel bodi/ ground. Kabel ini menghubungkan antara blok mesin dengan bodi/ rangka kendaraan.

Macam kabel

Berdasarkan besar arus mengalir kabel dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1)    Kabel diameter kecil   yaitui kabel yang digunakan untuk beban lampu dan asesoris lainnya.
2)    Kabel diameter besar  yaitu kabel yang digunakan untuk kabel baterai.

Kode Warna Kabel
Guna mempermudah identifikasi maupun penelusuran bila terjadi kerusakan pada rangkaian kelistrikan maka isolator kabel dibuat warna.  Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad, karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Contoh: kabel satu warna dengan kode  “B” berarti warna  kabel adalah hitam (black), sedangkan kode “B-W”  berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white).

 Tabel Kode Warna Kabel
Warna
Kode
Warna
Kode

Black (hitam)
Brown (coklat)
Green (hijau)
Gray  (abu-abu)
Blue  (biru)
Light Blue
(hijau muda)

B
BR
G
GR
L
LG

Orange (oranye)
Pink(merah muda)
Red (merah)
Violet (ungu)
White (putih)
Yellow (kuning)

O
P
R
V
W
Y

Hubungan Antara Diameter dan Panjang Kabel dengan Tahanan Listrik
Tahanan listrik berbanding lurus dengan panjang kabel tetapi berbanding terbalik dengan diameter kabel. Ini berarti semakin panjang kabel listrik, semakin besar pula tahanannya, tetapi semakin besar diameter kabel listrik semakin kecil tahanannya. Berdasarkan pengertian diatas tahanan  suatu kabel listrik dapat dihitung dengan rumus berikut :


 
Menentukan Ukuran Kabel
Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin panjang kabel   semakin besar tahanan listriknya, dan semakin kecil kabel tahanan semakin besar. Guna memudahkan pemakaian maka SAE ( Society  of Automotive  Engineer) mengeluarkan pedoman  AWG (American Wire Gauge) seperti table berikut ini:

Contoh :
Tentukan besar tahanan untuk kabel 14 gage, dengan  panjang 18 feet. 
Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2,8 Ohm tiap 1000 feet atau 0,0028 ohm per feet, sehingga besar tahanan =  0,0028 x 18 = 0,05 Ohm.
Pemilihan kabel yang digunakan pada sistem kelistrikan tergantung dari besar arus yang akan mengalir atau beban. Semakin besar arus yang mengalir atau semakin besar beban semakin kesar ukuran kabel yang digunakan. Selain besar arus dan beban juga dipengaruhi jarak antara sumber dengan beban. Guna mempermudah pemilihan SAE mengeluarkan pedoman pemilihan kabel seperti table berikut ini:

Contoh :
Tentukan ukuran kabel untuk lampu penerangan dengan daya 200 W,  bila jarak lampu sampai sumber listrik sejauh 18 feet. Tentukan pula penurunan tegangan akibat panjang kabel.
Besar arus yang mengalir adalah I = P / V  = 200 /12 = 16,6 A
Ukuran kabel untuk daya 200W dengan jarak 18 feet dari table diatas adalah 14 gage atau luas penampang 2,0 mm2 .
Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2,8 Ohm tiap 1000 feet atau 0,0028 ohm per feet, sehingga besar tahanan =  0,0028 x 18 = 0,05 Ohm.  Dengan demikian besar voltage drop sebesar  V = I x R  =  16,6 x 0,05 = 0, 83 Volt.

Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik
Tahanan listrik pada konduktor akan berubah dengan adanya perubahan temperatur konduktor/kabel. Biasanya tahanan listrik akan naik bila temperatur naik. Hal tersebut dapat dipahami dengan cara berikut. Bila sebuah lampu yang dihubungkan denga baterai dengan sebuah kawat tembaga, kemudian kawat tersebut dipanaskan dengan api maka lampu tersebut semakin lama akan semakin redup.


Beberapa FaKtor Yang Mempengaruhi Nilai Tahanan

Tahanan Sambungan
Tahanan sambungan adalah tahanan yang diakibatkan oleh sambungan yang kendor atau kotor. Bila arus listrik melewati sambungan yang kendor akan menyebabkan sambungan menjadi panas. Panas ini akan memperbesar tahanan dan mempercepat timbulnya  korosi. Tahanan sambungan dapat diperkecil dengan membersihkan sambungan dan mengeraskan sambungan.
Terminal baterai merupakan terminal yang paling sering kendor dan kotor akibat korosi yang disebabkan asam sulfar dari uap elektrolit baterai. Akibat terminal kendor dan kotor menyebabkan tahanan meningkat sehingga menyebabkan gangguan suplai listrik terutama saat mesin distarter, oleh karena itu terminal ini harus sering diperiksa dan dibersihkan
Membersihkan terminal baterai

Tahanan Isolator
Seperti telah dijelaskan bahwa karet, vynil, plastik dan porselin  dapat digunakan untuk menghalangi arus listrik antara konduktor. Sifat dari bahan-bahan ini disebut kemampuan tahanan isolator dan dinyatakan dengan nilai tahanan. Dalam kondisi tertentu isolator dapat berubah menjadi penghantar listrik/ konduktor, misalnya karena retak, bocoran arus listrik yang akan menimbulkan percikan bunga api dan menimbulkan kotoran, menempelnya air atau kotoran lain pada isolator. 
Kerusakan isolator kabel listrik

Wire Harness
Wire harness merupakan sekumpulan kabel yang digunakan pada rangkaian kelistrikan, dimana sekumpulan kabel tersebut dijadikan satu dengan isolator, agar kabel lebih rapih. Pada ujung wire harness dipasang konektor sehingga pemasangan sistem perkabelan lebih mudah.

Wire Harnes
Memperbaiki Kabel
1)    Potong kabel yang rusak, kemudian kupas kabel dengan tang pengupas dengan panjang 10 mm    
Mengupas kabel

2)    Ukur diameter kabel untuk menentukan ukuran kabel penyambung yang akan digunakan.     
 Mengukur diameter

3)    Buat kabel penyambung yang akan digunakan, masukkan heat shrink tube ke kabel penyambung.  
 Memasukkan heat shrink

4)    Sambung kedua kabel dengan Crimp mark, kemudian solder sambungan  
Menyolder sambungan

5)    Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung, kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. 
  

6 komentar:

ombeb mengatakan...

mantap pak, terimakasih sudah berbagi..

Unknown mengatakan...

Artikel Bagus sangat membantu
tambah wawasan

Terima kasih

Unknown mengatakan...

Artikelnya mantapppppppp, thank you so much mr

Suroso mengatakan...

Thanks Ilmunya Pak..

Suroso mengatakan...

Berarti resistansi itu,
Di pengaruhi oleh:
1.Jenis cable
2.Panjang cable
3.Diameter cable
4.Temperatur

Rahmad Azly mengatakan...

Mengapa kabel dibuat dari bahan tembaga?

Thanks

Posting Komentar

 
Copyright © Batavia Official Blog